Dinas Perkebunan Kukar Awasi Bantuan Bibit hingga Petani Mampu Panen dan Mandiri
Kepala Bidang Usaha
dan Penyuluhan Dinas Perkebunan Kukar, Samsiar. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan bantuan bibit perkebunan tidak berhenti pada tahap penyaluran.
Setiap bantuan yang
diberikan kepada kelompok tani dipantau mulai dari penanaman, pemeliharaan,
hingga tanaman memasuki masa produksi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam
jangka panjang.
Kepala Dinas
Perkebunan Kukar saat Muhamad Taufik
melalui Kepala Bidang Usaha dan Penyuluhan Dinas Perkebunan Kukar, Samsiar
mengatakan, bantuan bibit diajukan oleh kelompok tani atau gabungan kelompok
tani melalui proposal.
Setiap pengajuan
kemudian diperiksa oleh tim teknis, termasuk kelengkapan administrasi serta
kesesuaian lokasi yang diusulkan.
Bantuan tersebut
mencakup sejumlah komoditas perkebunan yang dikembangkan masyarakat, seperti
sawit, karet, kopi, lada, aren, hingga kelapa genjah dan kelapa dalam.
“Kalau bantuan bibit
itu berdasarkan permohonan dari kelompok tani. Kelompok tani itu misalnya,
kalau kita kan perkebunkan komoditinya sawit, karet, kopi, lada, aren, dengan
kelapa, kelapa genjah atau kelapa dalam,” ujarnya saat ditemui di kantornya
pada Kamis (1/10/2026).
Setelah proses
pengajuan dan verifikasi selesai, bantuan kemudian direalisasikan kepada
kelompok yang dinyatakan memenuhi persyaratan.
Dinas Perkebunan
selanjutnya melakukan pengawasan terhadap penggunaan bantuan di lapangan.
Pemantauan mencakup
proses pengadaan bibit hingga penanaman, tim teknis juga memastikan bibit yang
diterima sesuai dengan jumlah yang disetujui serta ditanam pada lokasi yang
sebelumnya diajukan oleh kelompok tani.
“Baru nanti
pemerintah, dinas secara tim teknis yang memberi pengesahan lokasi, di mana
persyaratan dan administrasi dilengkapi dulu,” ucapnya.
Pengawasan tidak
berhenti setelah bibit ditanam, dinas juga melihat perkembangan tanaman dan
cara kelompok tani melakukan pemeliharaan.
Tahapan ini dinilai
penting karena keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit,
tetapi juga perawatan setelah penanaman.
Untuk membantu
kelompok tani mempertahankan tanaman hingga menghasilkan, Dinas Perkebunan
dapat memberikan pembinaan lanjutan dalam bentuk dukungan sarana produksi.
“Bahkan ada pembinaan
lanjutan dalam bentuk, misalnya bantuan herbisida, bantuan pupuk. Ada lagi
supaya dijaga supaya dia benar-benar bisa sampai ke panen,” jelasnya.
Hasil produksi
kemudian menjadi salah satu bahan evaluasi terhadap kelompok penerima bantuan.
Kelompok yang sudah
berhasil mencapai masa panen dan memperoleh penghasilan diharapkan dapat
melanjutkan pengembangan perkebunannya secara mandiri.
Menurutnya, pola
tersebut juga membuka kesempatan bagi kelompok tani lain untuk mendapatkan
bantuan.
Pengajuan baru akan
kembali diverifikasi dengan mempertimbangkan riwayat penerimaan bantuan serta
kondisi kelompok di lapangan.
“Kalau sudah panennya
bagus, sudah produksi, kita berharap yang lain lagi dapat. Ini kan sudah
sukses, bahasanya kan, harapannya kan begitu,” tuturnya.
Kelompok yang telah
berhasil tetap dapat mengembangkan usahanya, termasuk memperluas kelompok
maupun areal perkebunan.
Namun, bantuan
pemerintah selanjutnya diarahkan kepada kelompok yang belum memperoleh dukungan
serupa.
“Kalau dia mau
perluas grupnya, kelompok taninya, ya karena kan sudah ada penghasilan,”
ujarnya.
Dengan mekanisme
tersebut, bantuan bibit diharapkan tidak hanya menghasilkan tanaman baru,
tetapi juga membentuk kelompok tani yang secara bertahap mampu mengembangkan
usaha perkebunannya.
Sementara itu, bantuan pemerintah dapat terus bergulir kepada kelompok lain yang membutuhkan.
“Jadi kita
mengalihkan lagi, kita verifikasi lagi siapa yang memohon. Kalau ini sudah
dapat, ya kita alihkan yang baru,” pungkasnya. (Adv/Kriz)